peran pemuda di era digital
Cilacap- Ketika menyampaikan pesan pada peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-93, 28 Oktober 2021, Presiden Joko Widodo mewanti-wanti peran posisi pemuda era digital yang menjadi bonus demografi Indonesia, karena populasinya yang dominan. "Kini, di era digital, pemuda kembali berperan sentral, karena kekuatan sekelompok pemuda pemberani yang berani melawan risiko untuk meraih dan merebut
Jebakanera digital bisa menjadikan pemuda ini kecanduan hal-hal yang kontraproduktif. Republika.co.id. REPUBLIKA.ID. Pemuda Indonesia Didorong Bersatu di Era Digital Senin , 01 Nov 2021, 10:08 WIB. Red: Fernan Rahadi. Pemuda (ilustrasi) | Foto: ugm.ac.id
Presidenmenekankan pentingnya peran para pemuda sebagai pemimpin di era digital yang harus berani dalam mengambil risiko serta merebut peluang di era kemajuan teknologi saat ini. Tak lupa juga pemuda harus mampu mengembangkan cara-cara inovatif da kreatif di masa mendatang. Para pemuda juga diminta untuk saling bantu satu sama lain untuk mewujdukan kemajuan bagi Indonesia. Baca Juga: Peringati Sumpah Pemuda, Kelompok Anak Muda di Medan Lakukan Aksi Bersih Sungai
Diera digital, penggunaan internet dan media sosial merupakan fenomena yang sudah menjadi kebiasaan bagi semua orang. Pemuda sebagai kelompok usia dengan angka tertinggi dalam menggunakan media sosial memiliki peran yang sangat penting untuk membantu pemerintah dalam menjaga dan mempromosikan perdamaian.
Frau Sucht Mann Frankfurt Am Main. Jumat 29 Oct 2021 1053 WIB Rep Havid Al Vizki/ Red Fian Firatmaja Jokowi Peran Pemuda Sangat Penting di Era Digital JAKARTA — Presiden Joko Widodo mengaku di era digital saat ini, pemuda mempunyai peran yang penting untuk Indonesia. Hal tersebut disampaikannya saat sambutan Hari Sumpah Pemuda ke-93. Jokowi mengatakan, pemuda adalah kekuatan terbesar dan juga bonus demografi bagi bangsa Indonesia. Menurutnya pemuda harus berani mengambil resiko dan merebut peluang yang ada. Selain itu, Ia menambahkan para pemuda juga harus bisa menemukan inovasi-inovasi terbaru. Serta dapat memimpin di era digital saat ini. Video Editor Fakhtar Khairon Lubis
JAKARTA - Menghadirkan Puteri Indonesia 2020, kampus Universitas Bina Sarana UBSI bersama Yayasan Puteri Indonesia sukses melangsungkan Webinar Pemuda Digital yang bertajuk Aktualisasi Peran Pemuda di Era Digital’ live di Zoom cloud meetings dan channel youtube Kuliah BSI Aja, Rabu 28/10. RR Ayu Maulida, Puteri Indonesia 2020 mengatakan bahwa peran Puteri Indonesia tentunya merupakan sosok perempuan yang mewakili wanita-wanita di Indonesia yang nantinya memberikan suatu inspirasi serta prestasi di bidang masing-masing. “Di era digital, saya selalu memanfaatkan platform pribadi sebagai Puteri Indonesia untuk semakin menyebarluaskan kekayaan yang dimiliki oleh Indonesia melalui media-media serta ingin lebih dekat ke masyarakat,” tutur Ayuma dalam rilis yang diterima Sebagai seorang puteri Indonesia, ia diharuskan mampu mengajak seluruh pemuda Indonesia mengenal dan mencintai budaya-budaya di Indonesia. “Tidak masalah jika kita menyukai budaya luar, selama pastinya kita tidak lupa mencintai budaya kita sendiri, Indonesia. Karena kalau bukan kita yang mencintai dan melestarikan, lalu siapa lagi?” pungkasnya. Ayuma, sebagai perwakilan Indonesia di ajang Miss Universe 2020 mengungkapkan ingin memperkenalkan Indonesia lebih luas lagi di kancah internasional melalui platform pribadi miliknya. “Advokasi yang akan aku bawakan pada ajang Miss Universe 2020 adalah Senyum Desa. Awalnya Senyum Desa merupakan komunitas kecil yang berisi segelintir orang dan kini telah menjadi yayasan,” katanya. Komunitas Senyum Desa memokuskan terhadap masyarakat-masyarakat desa. Hal ini dilatarbelakangi banyaknya ketidakrataan ataupun kesenjangan sosial antara masyarakat desa dan masyarakat di perkotaan. “Masyarakat kita yang berada di sana sangat banyak yang memiliki potensi sebagai pemimpin, pengusaha, dan masih banyak dari mereka yang dapat digali potensinya. Namun mereka tidak memiliki kesempatan yang sama seperti kita. Entah itu di bidang ekonomi, sosial, budaya, pendidikan dan bidang lainnya,” tandasnya. Ayuma sebagai perwakilan Indonesia menyampaikan pada Webinar Pemuda Digital di kampus UBSI Berangkat dari fenomena tersebut, ia peduli dan bergerak mengangkat Senyum Desa. “Jadi, tidak hanya kita yang berada di kota tapi juga seluruh sahabat serta saudara kita yang tersebar di Indonesia bahkan untuk semua yang ada di dunia ini. Walaupun mereka berada di wilayah terpencil tetapi mereka pantas memiliki kesempatan yang sama seperti kita di kota,” jelasnya. Pada webinar yang dipandu oleh Achmad Baroqah Pohan dan Jordy Lasmana Putra tersebutm Ayuma juga mengajak seluruh pemuda Indonesia mengkampanyekan Stop Cyber Bullying’. “Bullying is bullying, di mana kamu merendahkan seseorang atau memfitnah dan merasa lebih tinggi dari orang lain. It’s not a good things,” paparnya. Hal tersebut, menurutnya, merupakan cikal-bakal seseorang merendahkan orang lain. Baik itu di siber atau di dalam kehidupan nyata itu semua menjadi contoh yang sangat tidak baik untuk seluruh generasi milenial. Ia menyebutkan, saling bully satu sama lain saat ini sedang marak di media sosial. “Apapun alasannya, semua itu akan merusak cikal-bakal generasi penerus bangsa. Karena tanpda kita sadari, dengan membully seseorang itu, kita juga menutup masa depan mereka. Secara tidak langsung kita menghilangkan rasa percaya diri dan kepemimpinan mereka lalu akhirnya merasa rendah diri akibat bullying,” lugasnya. Ayuma menambahkan, maka pemuda-pemudi Indonesia harus lebih bijak dalam menyampaikan ketidaksukaan terhadap sesuatu. Sementara itu, bagi yang di-bully harus lebih bijak dalam memilih mana yang benar dan tidak benar. Ia berharap, semoga seluruh peserta yang mengikuti Webinar Pemuda Digital mendapatkan manfaat dan terus berbagi terhadap sesama serta semoga masa depan Indonesia semakin cerah palagi dimomen spesial Sumpah Pemuda.
Home Humaniora Kamis, 13 Agustus 2020 - 0735 WIBloading... Foto/dok A A A JAKARTA - Kemajuan Bangsa Indonesia akan banyak dipengaruhi oleh peran generasi muda. Dengan teknologi digital , generasi muda diharapkan terus berkarya dan berperan aktif memperkenalkan potensi-potensi Indonesia ke seluruh dunia. Harapan kepada generasi muda semakin besar lantaran pada 2030 Indonesia akan menikmati bonus demografi. Pada era ini komposisi penduduk Indonesia didominasi usia produktif. Generasi ini lahir di saat era ketika teknologi canggih dan internet semakin masif digunakan, yang ditandai pemanfaatan media sosial sebagai platform komunikasi dan sosialiasi. Tantangan yang dihadapi bangsa saat ini seyogianya dijawab generasi muda dengan berperan menjadi agen perubahan. Berbekal jiwa sukarelawan dan semangat kepemimpinan yang dimilikinya, generasi muda perlu berkontribusi untuk bangsa dengan menjadi tulang punggung pembangunan dan sebagai penggerak perekonomian. Baca Layanan Digital Mutlak DiperlukanHarapan ini disampaikan oleh Deputi Bidang Pengembangan Pemuda Kementerian Pemuda dan Olahraga Asruron Ni’am Sholeh saat jadi pembicara Live Talkshow Gensindo bertema “Kontribusi Pemuda bagi Bangsa” yang disiarkan langsung melalui Youtube Sindonews kemarin. Talkshow ini juga menghadirkan dua pembicara lain, yakni Founder Good News From Indonesia, Akhyari Hananto, Founder dan CEO of Semut-Sumut, Yogi Adjie mengaku sangat mengapresiasi apa yang telah dilakukan Akhyari Hananto dan Yogi Adjie Driantama. Kehadiran Semut-Sumut dengan layanan pendidikan dan Good News From Indonesia dengan informasi yang positif dan inspiratif adalah kontribusi nyata pemuda untuk bangsa.“Ini sebagai bukti bahwa pemuda menjadi agen perubahan dengan jiwa sukarelawan dan kepemimpinannya. Jika hal tersebut sudah ada dalam diri pemuda maka kita optimistis masa depan akan lebih baik dan cerah,” ujar Ni’ mengaku salah satu penerima manfaat dari Good News From Indonesia. Sajian berita yang berisi informasi positif dan mengandung optimism sangat diperlukan. Di tengah situasi kehidupan saat ini di mana banyak informasi yang sifatnya hoaks, maka perlu diimbangi dengan prinsip good news is good Indonesia merupakan bangsa besar yang punya potensi sumber daya manusia SDM luar biasa, memiliki karakter saling menolong yang luar biasa, dan hubungan sosial dengan potensi luar biasa. Nilai-nilai positif bangsa ini diharapkan bisa disampaikan secara luas.“Itu yang harus disampaikan di era digital sekarang ini di saat semua orang bisa menulis apapun,” papar Ni’am. era digital sosial media kemenpora Baca Berita Terkait Lainnya Berita Terkini More 31 menit yang lalu 34 menit yang lalu 57 menit yang lalu 1 jam yang lalu 1 jam yang lalu 1 jam yang lalu
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas. Pemuda menjadi tonggak utama untuk kemajuan suatu negara. Setiap tanggal 28 Oktober, Indonesia memperingati hari Sumpah Pemuda. Di era digital, peran pemuda untuk memberikan inovasi di bidang teknologi sangat penting. Saat ini, kita sudah berada pada era disrupsi dimana ide dari generasi muda dapat merubah setiap sistem atau struktur yang sudah mengarah kepada kemudahan dalam pengolahan suatu informasi. Dengan konsep tersebut, semua aktivitas manusia dapat dipermudah. Salah satu inovasi dibidang teknologi yang masih digunakan hingga sekarang adalah aplikasi Ojek Online yang dikembangkan oleh Nadiem Makarim Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia.Baca juga Pentingnya Peran Pemuda dalam Perubahan Politik dan Ketatanegaraan Indonesia Ide tersebut dapat menjadi contoh nyata bahwasanya dengan satu aplikasi saja, dapat bermanfaat untuk banyak orang. Penggunaan aplikasi juga memberikan lapangan pekerjaan kepada banyak masyarakat Indonesia. Jika semua pemuda memiliki semangat untuk memberikan perubahan dengan inovasi mereka, tentu Indonesia dapat lebih maju bukan? Apa Peran Pemuda Sebagai Penerus Bangsa di Era Digital?Sebagai ujung tombak pembangunan bangsa, maka peran pemuda sangat penting dalam memberikan inovasi di bidang teknologi. Lalu, apa saja peran pemuda sebagai generasi penerus bangsa? Berikut Pemuda Sebagai Agen PendidikPendidikan sebagai fondasi untuk pembentukan karakter generasi muda. Dengan pendidikan, generasi penerus bangsa dapat menjalankan perannya untuk meningkatkan mutu pendidikan. Pendidikan harus ditanamkan sejak dini, agar dapat menjadi bekal bagi para generasi muda dalam menjalani kehidupan. Pemuda juga dapat menjadi agen pendidik dengan semangat jiwa muda sehingga dapat menyalurkannya pada generasi selanjutnya. Saat ini banyak sekali kegiatan untuk peningkatan pendidikan terutama di daerah terpencil. Dengan semangat agen pendidik muda, diharapkan pendidikan dapat merata ke seluruh penjuru Pemuda Sebagai Agen PerubahanPemuda memiliki peranan penting untuk menjadi poros dari perubahan untuk kemajuan bangsa. Pemuda dapat mengupayakan perubahan dilingkungan masyarakat dengan memberikan motivasi. Selain itu, dengan inovasi teknologi pemuda dapat melakukan perubahan yang dapat diimplementasikan di lingkungan masyarakat. 1 2 Lihat Pendidikan Selengkapnya
SUARATERKINI, – Pemuda memiliki peran yang penting untuk menciptakan Indonesia yang maju di era digital. Tolak ukur kemajuan suatu negara itu diukur dari seberapa unggul pemudanya, karena pemuda adalah pewaris bangsa jika pemudanya baik maka baik pula bangsanya. Natalia Lisa Maringka, selaku Mentor Liga Mahasiswa NasDem Sulawesi Utara mengatakan bahwa pemuda berperan penting sebagai generasi penerus bangsa dan agen perubahan bangsa. Menurutnya, pemuda sebagai generasi penerus bangsa merupakan generasi yang dipersiapkan sebagai subjek pelaksana pembangunan yang berkelanjutan dan pemegang kendali masa depan suatu negara, tidak terkecuali Indonesia. “Sebagai agen perubahan, generasi muda berperan untuk menyelesaikan segala tantangan persoalan dalam bidang sosial dan lingkungan, khususnya di era digital saat ini,” kata Natalia selaku narasumber pada Webinar Literasi Digital yang diselenggarakan oleh Direktorat Aplikasi dan Informatika Kemkominfo RI dengan tema Tantangan Pemuda di Era Digital’, secara virtual di Jakarta. Dalam keterangan tertulisnya pada media, Minggu 7/5 menyebutkan, tantangan utama generasi muda dalam perkembangan digital adalah untuk tidak hanyut dan menjadi korban dari sisi negatif kemajuan teknologi. Cara untuk menghadapi tantangan pada generasi muda yaitu membangun kepedulian sosial sejak dini mulai dari lingkungan keluarga agar anak tidak menjadi orang yang individualistis. “Penguatan literasi digital dapat diperoleh melalui kemampuan skill dari mengolah informasi, kemampuan menggunakan teknologi digital yang baik, dan jangan gagap teknologi dan gagap informasi.” sebut Mentor Liga Mahasiswa NasDem Sulut tersebut. Selain itu, etika berbudaya di dunia digital juga merupakan bagian dari penguatan literasi digital, yang memiliki tujuan untuk menggunakan teknologi digital dengan baik untuk hal yang berguna dan bermanfaat serta dengan tidak melanggar aturan-aturan hukum khususnya UU ITE 11 tahun 2008. Sementara itu narasumber berikutnya yaitu Anggota Komisi I DPR RI, Hillary Brigitta Lasut, mengatakan bahwa di era digital terdapat begitu banyak tantangan-tantangan yang dihadapi pemuda, khususnya dalam upaya untuk terlibat aktif di dalam proses pembangunan bangsa. Menurutnya, generasi muda memiliki pilihan untuk mengembangkan kemampuan teknologi informatika dan komunikasi secara digital, baik ke arah yang positif maupun ke arah negatif. “Berhadapan dengan majunya konektivitas teknologi digital seperti transaksi online, membuat pemuda terkadang terjerumus melakukan penjualan yang bersifat negatif, seperti prostitusi online, perdagangan narkoba, dan penyelundupan barang impor yang diperjualbelikan secara ilegal di platform digital,” sebut Hillary. Hal tersebut terjadi karena tidak semua daerah di Indonesia dapat mendapatkan pekerjaan secara mudah, sehingga terkadang generasi muda tidak punya pilihan ketika berhadapan dalam situasi sulit. Hillary berharap, agar pemuda pemudi Indonesia turut memanfaatkan teknologi digital untuk melatih softskill, berpemikiran8 kritis, dan mendekatkan diri kepada Tuhan agar selalu memiliki semangat yang tinggi untuk mencapai karir yang sesuai dengan cita-cita dan menggapai masa depan yang cerah, serta siap dalam menghadapi segala tantangan di era digitalisasi. Sementara itu narasumber terakhir, Oratna Wati Br Singarimbun, selaku Pengamat Digital Sulawesi Utara mengatakan bahwa Pemuda adalah generasi emas dan tombak suatu negara. Peran pemuda sangatlah penting untuk kemajuan suatu negara, apalagi di era digital seperti saat ini. “Pemuda harus bisa memanfaatkan keberkembangannya teknologi saat ini, banyak yang bisa dilakukan salah satunya dengan berkarya melalui media sosial,” kata Oratna. Ia menuturkan, media sosial sudah tidak asing lagi kita dengar pada era ini, dan merambah ke semua kalangan, dari mulai anak kecil hingga orang tua sudah menggunakannya. Berkarya melalui media sosial dapat menunjukkan kepada seluruh dunia tentang karya-karya yang sudah kita buat. “Kita sebagai pemuda harus dapat memanfaatkan kemajuan teknologi saat ini dengan segala kreativitas,” ujar Oratna Pengamat Digital Sulawesi Utara. Sayangnya, masifnya perkembangan digital ini juga memiliki dampak negatif bagi generasi muda, yakni membuat generasi muda menjadi terlena akan dunia maya, membuat diantaranya menjadi memiliki sikap malas gerak mager, termakan hoax karena tidak diimbangi dengan literasi digital, dan banyak yang terjebak akan penipuan dan penyalahgunaan data pribadi. “Generasi muda menjadi pengguna media sosial yang produktif yaitu memiliki tujuan yang jelas, bersikap bijak dalam bermedia, bijak dalam berkonten, menghasilkan karya yang dapat menginspirasi banyak orang,” pungkas Oratna. Rep/Her
peran pemuda di era digital